PENGUMUMAN

Salam Sejahtera dan Salam Sehat...
Disampaikan kepada seluruh Peserta Didik Kelas VIIIC, Pembelajaran Kali ini tentang PELUANG dengan sub materi Peluang Empirik, Ruang Sampel, dan Titik Sampel

Selasa, 31 Maret 2020

STATISTIKA: Ukuran Penyebaran Data

C. UKURAN PENYEBARAN DATA


1. Jangkauan

Jangkauan suatu data adalah selisih antara datum terbesar dan datum terkecil, yang dirumuskan sebagai berikut.
Jangkauan = datum terbesar – datum terkecil
Contoh 3.1
Nilai rapor seorang siswa kelas IX adalah 5, 8, 7, 6, 7, 5, 6, 6, 7. Tetukan jangkauannya.
Penyelesaian.
Datum terbesar = 8, dan datum terkecil = 5
Jangkauan = datum terbesar – datum terkecil
= 8 – 5
=  3
2. Kuartil, Jangkauan Interkuartil, dan Simpangan Kuartil
Ada tiga jenis kuartil, yaitu kuartil pertama (kuartil bawah), kuartil kedua (kuartil tengah atau median), dan kuartil ketiga (kuartil atas). Kuartil-kuartil itu berturut-turut diberi notasi Q_1, Q_2,  dan Q_3.
Untuk lebih jelasnya, amati gambar pembagian data terurut menjadi empat kelompok yang sama banyak berikut.


Keterangan:
Banyak datum kelompok 1 = banyak datum kelompok 2 = banyak datum kelompok 3 = banyak datum kelompok 4.
Untuk menentukan nilai-nilai kuartil dari suatu data, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengurutkan data tersebut. Misalnya, diketahui data 4, 2, 3, 5, 7, 3. Setelah diurutkan, tentukan median dari data tersebut. Nilai median yang diperoleh tidak lain adalah Q_2. Kemudian, tentukan kuartil bawah (Q_1) dengan membagi data di bawah Q_2 menjadi dua bagian sama banyak. Selanjutnya, tentukan kuartil atas (Q_3) dengan cara membagi data di atas Q_2 menjadi dua bagian sama banyak. Hasilnya tampak seperti pada bagan berikut.
Jangkauan interkuartil adalah selisih antara kuartil atas dan kuartil bawah. Jika jangkauan interkuartil dinotasikan dengan Q_R maka
Simpangan kuartil (jangkauan semiinterkuartil) adalah setengah dari jangkauan interkuartil. Jika jangkauan semiinterkuartil dinotasikan dengan Q_d maka
Contoh 3.2
Nilai rapor Irma, siswa Kelas IX adalah sebagai berikut: 7, 6, 8, 5, 7, 9, 7, 7, 6. Tentukan:
a. kuartil bawah, median, dan kuartil atas;
b. jangkauan interkuartil dan simpangan kuartil.
Penyelesaian:
a. Jadi, kuartil bawah = 6, median = 7, dan kuartil atas = 7,5.
b.
Jadi, jangkauan interkuartil = 1,5 dan simpangan kuartil = 0,75.
Untuk menentukan kuartil data yang beberapa datumnya sama (memiliki frekuensi tertentu), dapat digunakan rumus berikut.
Contoh 3.3
Misalnya, data pada Tabel 3.14 diatas adalah nilai ulangan Matematika dari 40 siswa Kelas IX A.
a. Tentukan kuartil bawah, kuartil tengah, dan kuartil atas.
b. Tentukan jangkauan interkuartil dan simpangan kuartil.
Penyelesaian:

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Download file dalam bentuk pdf. 
DOWNLOAD


Download LKS Ukuran Penyebaran Data
DOWNLOAD

Upload Jawaban LKS disini

UPLOAD


Sumber:
Djumanta, Wahyudin dan Susanti, Dwi. 2008.Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan, Jakarta:Pusat Perbukuan.
Buku Matematika SMP/MTS Kelas VIII, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Edisi revisi 2017


Jumat, 27 Maret 2020

Lembar Kerja Siswa Ke-2 Kelas 9

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) KE-2

MATERI SOAL
  1. ALJABAR,
  2. PLDV DAN SPLDV, 
  3. POLA BILANGAN DAN BARISAN BILANGAN,
  4. RELASI, FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI,
  5. PERSAMAAN GARIS LURUS.
Soal.


Silahkan Download Soal dalam bentuk pdf.
DOWNLOAD


Silahkan Upload Jawaban Anda dibawah ini.
UPLOAD



STATISTIKA: Ukuran Pemusatan Data

B. UKURAN PEMUSATAN DATA

1. Mean (Rataan)
Mean atau rataan merupakan salah satu ukuran pemusatan data. Dengan mengetahui mean, kamu dapat memperkirakan variasi data yang lain.
Mean adalah nilai rata-rata dari sekumpulan data. Mean suatu data adalah jumlah seluruh datum dibagi oleh banyak datum.
Jika data terdiri atas n datum, yaitu x_1,x_2,…,x_n, maka mean dari data tersebut ditentukan oleh rumus berikut.
Contoh 1.1
Nilai rapor Wina adalah 8, 7, 7, 9, 8, 6, 7, 8, 9, 6, 7. Tentukan mean  atau rataannya.
Penyelesaian.
Jadi mean (rataan) nilai rapor Wina adalah 7,45
Jika data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi maka tampak seperti Tabel 1.1
Tabel 1.1 Tabel Distribusi Frekuensi
Mean dari data tersebut adalah
Contoh 1.2
Siswa kelas IX B mengikuti ujian Sains. Distribusi nilai ujian yang diperoleh disajikan pada tabel berikut.
Hitunglah meannya.
Penyelesaian.
Jadi, mean nilai ujian tersebut adalah 6,525
Contoh 1.3
Jika berat badan rata-rata dari tabel berikut adalah 47, tentukan nilai p.
Penyelesaian.
Jadi, nilai p adalah 5, dengan demikian frekuensi untuk berat badan 49 kg adalah 5
Jika terdapat beberapa kelompok data yang masing-masing meannya diketahui, kamu dapat menghitung mean gabungan dari kelompok-kelompok data tersebut, seperti berikut.
Misalnya,
kelompok data ke-1 memiliki mean x ̅_1;
kelompok data ke-2 memiliki mean x ̅_2;
.
.
.
kelompok data ke-i memiliki mean x ̅_i;
Contoh 1.4
Data nilai rata-rata ulangan umum Matematika disajikan pada Tabel 3.9. Nilai rata-rata Matematika dari 35 siswa Kelas IX A adalah 6. Nilai rata-rata Matematika dari 30 siswa Kelas IX B adalah 7. Nilai rata-rata Matematika dari 40 siswa Kelas IX C adalah 6,5. Tentukan nilai rata-rata gabungannya.
Penyelesaian:
2. Median (Nilai Tengah)
Median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan dari datum terkecil ke terbesar. Jika banyak datum ganjil, mediannya adalah datum yang tepat berada di tengah data setelah diurutkan. Datum ini tepat membagi data menjadi dua kelompok datum yang sama banyak. Jika banyak datum genap, mediannya adalah mean atau rata-rata dari dua datum yang terletak di tengah setelah data tersebut diurutkan. Median biasanya dinotasikan dengan Me.
Contoh 2.1
Tentukan median dari bilangan-bilangan berikut.
a) 6, 4, 8, 9, 3, 8, 5, 9, 7.
b) 71, 74, 70, 72, 69, 80, 76, 81, 71, 68, 75, 73.
Penyelesaian.
a) Urutkan dahulu data tersebut dari datum terkecil ke datum terbesar sehingga diperoleh bagan berikut.
Oleh karena banyak datum ganjil maka mediannya adalah datum yang tepat berada di tengah data. Jadi, mediannya adalah 7.
b) Urutkan dahulu data tersebut dari datum terkecil ke datum terbesar sehingga diperoleh bagan berikut.
Oleh karena banyak datum genap maka mediannya adalah rata-rata dua datum yang di tengah. Jadi, mediannya adalah 72,5.
Contoh 2.1 menggambarkan ketentuan berikut.
1) Jika banyak datum yang telah diurutkan ganjil (n ganjil) maka
Misalnya, pada Contoh 2.1(a)
Jadi, mediannya adalah datum ke-5 setelah data tersebut diurutkan, yaitu 7.
2) Jika banyak datum yang telah diurutkan genap (n genap)
Nilai tersebut menunjukkan mean dari dua datum  yang terletak di tengah setelah data diurutkan, yaitu 
Misalnya, pada contoh 2.1(b) 
Jadi, mediannya adalah 72,5.
Bagaimana cara menentukan median dari data yang  disajikan dalam tabel frekuensi?
Contoh 2.2
Tentukan median dari data pada Tabel 2.1 dan Tabel 2.2
Tabel 2.1 Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel 2.2 Tabel Distribusi Frekuensi
Penyelesaian.
a. Banyak datum pada Tabel 2.1 adalah 29 (jumlah total frekuensi), berarti banyak datumnya ganjil. Oleh karena itu, mediannya adalah datum yang tepat berada pada.
Berdasarkan Tabel 2.1 diketahui:
1. datum ke-1 sampai dengan ke-3 adalah 4 (interval ke-1);
2. datum ke-4 sampai dengan ke-7 adalah 5 (interval ke-2);
3. datum ke-8 sampai dengan ke-17 adalah 6 (interval ke-3).
  Oleh karena datum ke-15 terletak pada interval ke-3 maka  datum ke-15 tersebut adalah 6.
  Jadi, median dari data pada Tabel 2.1 adalah 6.
b. Coba kamu cari median data pada Tabel 2.2.
3. Modus
Datum-datum yang menyusun suatu data tentu bervariasi. Ada datum yang muncul hanya sekali. Ada juga datum yang muncul lebih dari sekali. Datum yang paling sering muncul dinamakan modus dan biasanya dinotasikan dengan Mo.
Contoh 3.1
1. Tentukan modus dari setiap data berikut.
a) 4, 6, 3, 7, 4, 6, 5, 7, 8, 6, 9, 6.
b) 12, 10, 8, 10, 9, 7, 8, 6, 5.
c) 6, 6, 5, 5, 7, 7, 8, 8, 9, 9, 4, 4, 10, 10, 3, 3, 2, 2.
Penyelesaian:
a) Datum yang paling sering muncul adalah 6, yaitu sebanyak empat kali. Jadi, modusnya adalah 6.
b) Datum yang paling sering muncul adalah 8 dan 10, yaitu sebanyak dua kali. Dengan demikian, modusnya ada dua, yaitu 8 dan 10. Data yang memiliki dua modus disebut bimodal.
c) Data ini tidak memiliki modus karena frekuensi setiap datum nya sama banyak.
2. Data berikut memiliki mean 5, 6, 9, p, 6, 4, 3, 5, q, 5, 7, 4. Hitunglah nilai p + q. Jika data itu memiliki modus 5, tentukan:
a. nilai p dan q;
b. median.
Penyelesaian:
a. Tanpa memperhatikan nilai p dan q, modus dari data itu adalah 4 dan 5.
  Diketahui modus data adalah 5 sehingga nilai p yang mungkin adalah 5.
  Untuk p = 5 maka
  p + q  = 13
  5 + q  = 13
        q  = 8
  Jadi, nilai p = 5 dan q = 8.
Untuk menentukan median, data diurutkan sebagai berikut:
Jadi, mediannya adalah 5.
Contoh 3.2
Tentukan modus dari data pada Tabel 3.1
Penyelesaian:
Datum yang memliki frekuensi terbanyak adalah 8 dengan frekuensi 9.
Jadi, modus dari data pada Tabel 3.1 adalah 8.

Materi:



Download file pdf.
DOWNLOAD

Download LKS (Lembar Kerja Siswa) Ukuran Pemusatan Data

Upload Jawaban Tugas LKS disini
UPLOAD

Sumber:
Djumanta, Wahyudin dan Susanti, Dwi. 2008.Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan, Jakarta:Pusat Perbukuan.
Buku Matematika SMP/MTS Kelas VIII, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Edisi revisi 2017


Senin, 23 Maret 2020

Lembar Kerja Siswa Ke-1 Kelas 9

Lembar Kerja Siswa


MATERI SOAL:
1.  BILANGAN, 
2.  TEORI HIMPUNAN, 
3.  ARITMETIKA SOSIAL,
4.  PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL,
5.  SKALA DAN PERBANDINGAN

Soal:




Download Soal dengan mengklik download.
DOWNLOAD

Upload Jawaban disini.
UPLOAD



STATISTIKA: Pengumpulan dan Penyajian Data

A. PENGERTIAN, PENGUMPULAN, DAN PENYAJIAN DATA


1. Pengertian Datum dan Data
Seorang guru ingin mengetahui berat badan dan tingkat kesehatan lima siswanya. Hasil pengukuran berat badan kelima siswa tersebut berturut-turut 42 kg, 45 kg, 40 kg, 50 kg, dan 44 kg. Adapun hasil pemeriksaan kesehatan terhadap kelima siswa tersebut berturut-turut baik, buruk, baik, baik, dan buruk.
Hasil pengukuran berat badan kelima siswa tersebut, yaitu 42 kg, 45 kg, 40 kg, 50 kg, dan 44 kg disebut fakta dalam bentuk angka, sedangkan hasil pemeriksaan kesehatan, yaitu baik dan buruk disebut fakta dalam bentuk kategori. Fakta dalam bentuk kategori yang lain, misalnya kurang, sedang, rusak, dan puas. Selanjutnya, fakta tunggal disebut datum, sedangkan kumpulan datum disebut data.

2. Pengertian Statistika, Populasi, dan Sampel
Selama tiga minggu, seorang pedagang pakaian jadi mencatat jumlah pakaian yang terjual. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa penjualan pada minggu pertama sebanyak 100 kodi, minggu kedua sebanyak 105 kodi, dan minggu ketiga sebanyak 110 kodi. Pedagang tersebut memperkirakan penjualan pada minggu keempat sebanyak 115 kodi.
Pedagang itu sebenarnya telah menggunakan statistika untuk menilai hasil pekerjaan di masa yang telah lewat dan membuat perkiraan hasil pekerjaan pada masa yang akan
datang.
Apakah yang dimaksud dengan statistika? Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data tersebut.
Kadang-kadang, kesimpulan diambil tidak berdasarkan keseluruhan data, tetapi hanya sebagian. Misalkan, Pak Alan akan membeli 25 kg anggur. Sebelum membeli, ia cukup mengambil beberapa anggur secara acak dari setiap keranjang untuk dicicipi rasanya. Jika rasanya manis, Pak Alan akan menganggap bahwa anggur yang akan dibeli manis, kemudian segera membelinya. Anggur yang diambil Pak Alan untuk dicicipi merupakan sampel dari seluruh anggur yang ada dalam keranjang-keranjang itu, sedang kan seluruh anggur yang ada dalam keranjang-keranjang itu merupakan populasi.
Uraian tersebut meng gambarkan pengertian populasi dan sampel, yaitu sebagai berikut.
  • Populasi adalah semua objek yang menjadi sasaran pengamatan.
  • Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk dijadikan objek pengamatan langsung dandijadikan dasar dalam penarikan kesimpulan mengenai populasi.
Contoh 1.
Tentukan populasi dan sampel dari uraian berikut. Seorang peneliti ingin mengetahui tingkat kecerdasan siswa-siswa  SMP di suatu provinsi. Untuk itu, ia mengambil beberapa siswa SMP di provinsi itu untuk dites.

Penyelesaian:
Seluruh siswa yang ada di provinsi itu merupakan populasi, sedangkan sebagian siswa SMP yang mengikuti tes merupakan sampel dari seluruh siswa yang ada di provinsi itu.

Gambar 2.1


Hubungan antara populasi dan sampel dapat kamu lihat pada Gambar 3.4. Semakin besar ukuran populasi, semakin sulit mengamati seluruh populasi. Jika hal itu terjadi, biasanya dipilih pengamatan pada beberapa sampel
dalam populasi.








3. Jenis Data dan Pengumpulan Data

Menurut sifatnya, data dibagi menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut:

a. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Data kuantitatif terbagi atas dua bagian, yaitu data cacahan dan data ukuran.
1) Data cacahan (data diskrit) adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung. Misalnya, data jumlah anak dalam keluarga. 
2) Data ukuran (data kontinu) adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur. Misalnya, data  tinggi badan siswa. Coba kamu cari lagi contoh data kontinu lainnya.

b. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka atau bilangan. Misalnya, data warna dan mutu barang.

Dapatkah kamu memberikan contohnya?
Cara untuk mengumpulkan data, antara lain wawancara, pengisi an lembar pertanyaan (questionnaire), pengamatan (observation), dan mengolah atau menggunakan data yang sudah ada.
Seringkali data yang dikumpulkan berupa bilangan desimal. Sesuai ketelitian yang dikehendaki, bilangan tersebut dapat dibulatkan. Aturan pembulatannya sebagai berikut.
a. Jika angka yang mengalami pembulatan lebih dari atau  sama dengan 5, angka yang di depannya ditambah satu.
b. Jika angka yang mengalami pembulatan kurang dari 5, angka tersebut dihilangkan.
Misalnya, diketahui hasil pengukuran kadar garam air laut sebesar 0,36205. Angka tersebut jika dibulatkan sampai dengan empat angka di belakang koma menjadi 0,3621, sedangkan jika dibulatkan sampai dengan dua angka dibelakang koma menjadi 0,36.

4. Penyajian Data Statistika
Ada dua cara penyajian data yang sering dilakukan, yaitu:
a. daftar atau tabel;
b. grafik atau diagram.

a. Penyajian Data dalam bentuk Tabel
Misalkan, hasil ulangan Matematika 30 siswa Kelas VIII C SMPS Antam Pomalaa disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.1 Nilai Ulangan Matematika Siswa Kelas VIII C SMPS Antam Pomalaa
Tabel 4.1 Nilai Ulangan Matematika Siswa Kelas VIII C SMPS Antam Pomalaa (Tidak Alfabetis)
Untuk mengetahui berapa nilai ulangan yang diperoleh Made, kamu harus membaca data tersebut satu per satu. Untuk data pada Tabel 4.1 (30 datum), kamu masih dapat mencarinya dengan mudah walaupun memerlukan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, bagaimana jika data yang ada terdiri atas 1.000 datum?
Jika data pada Tabel 4.1 disajikan sesuai nama siswa yang disusun secara alfabet maka akan tampak seperti Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Nilai Ulangan Matematika Siswa Kelas VIII C SMPS Antam Pomalaa (Alfabetis)
Dengan melihat Tabel 4.2, kamu dapat menentukan dengan mudah nilai ulangan Matematika yang diperoleh Made, yaitu 8.
Jika ingin mengetahui berapa orang yang memperoleh nilai 8, kamu harus menyajikan data tersebut dengan mencatat banyak nilai tertentu (frekuensi) yang muncul, seperti diperlihatkan pada Tabel 4.3. Dengan demikian, kamu dapat menentukan banyak siswa yang mendapat nilai 8 dengan sekali pandang, yaitu 6 orang.
Tabel 4.3 Tabel Frekuensi
Tabel 4.4 Tabel Distribusi Frekuensi 
Ketiga cara penyajian data pada Tabel 4.1, Tabel 4.2., dan Tabel 4.3 dinamakan penyajian data sederhana.
Jika data hasil ulangan Matematika itu disajikan dengan cara mengelompokkan data nilai siswa, diperoleh tabel frekuensi data berkelompok seperti Tabel 4.4. Tabel seperti ini dinamakan tabel distribusi frekuensi.

b. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram

1) Diagram Batang
Diagram batang merupakan salah satu bentuk diagram yang dapat digunakan untuk menyajikan data. Untuk menggambar diagram batang, diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus, seperti tampak pada Gambar 4.5.
Gambar 4.5
  • Sumbu mendatar digunakan untuk menunjukkan jenis kategori, misalnya SD, SMP, SMA, dan SMK.
  • Sumbu tegak digunakan untuk menunjukkan frekuensi, misalnya banyak siswa.
Tabel 4.6 Tabel Banyak Siswa
Sumbu mendatar dibagi menjadi beberapa bagian untuk menunjukkan kategori tingkat sekolah. Demikian pula sumbu tegaknya dibagi menjadi beberapa bagian untuk menunjukkan banyak siswa pada setiap kategori tingkat sekolah. Skala pada sumbu mendatar dan sumbu tegak tidak perlu sama. 
Misalnya, diagram batang pada Gambar 4.5 menunjukkan data banyak siswa tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK disuatu daerah. Dari diagram batang tersebut dapat diperoleh data seperti pada Tabel 4.6.
Contoh 2. 
Berdasarkan dari hasil pengamatan banyak siswa sesuai tingkatan sekolah di suatu daerah, diperoleh data seperti pada Tabel 4.7.
Gambarlah diagram batang dari data tersebut. Pada kegiatan ini kalian akan mempelajari cara menganalisis, membaca, dan memprediksi berdasarkkan data dari tabel atau diagram
Tabel 4.8 Tabel Banyak Siswa
Penyelesaian:
Diagram batang dari data pada Tabel 4.8 tersebut tampak pada Gambar 4.9. Karena setiap kategori tingkat sekolah dibagi menjadi dua komponen, yaitu laki-laki dan perempuan maka diagram ini dinamakan diagram batang dua komponen.

2) Diagram Garis
Gambar 4.9
Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkesinambungan. Misalnya, jumlah penduduk tiap tahun, perkembangan berat badan bayi tiap bulan, suhu badan pasien tiap jam di rumah sakit, dan curah hujan disuatu daerah. Seperti halnya diagram batang, diagram garis pun memerlukan sistem sumbu datar dan sumbu tegak yang saling berpotongan tegak lurus. Pada umumnya, sumbu datar menunjukkan waktu, sedangkan sumbu tegak menunjukkan data yang berubah menurut waktu. 
Gambar 4.10 Contoh Diagram garis 
dari curah hujan 
di Kota 
Bandung pada tahun 1996
Langkah-langkah untuk menggambar diagram garis adalah 
sebagai berikut.
a. Buatlah sumbu mendatar untuk menunjukkan waktu dan sumbu tegak untuk menunjukkan data yang berubah menurut waktu pada kertas grafik.
b. Gambarkan titik-titik koordinat yang menunjukkan data pengamatan pada waktu tertentu.
c. Hubungkan titik-titik tadi secara berurutan dengan ruas garis.
Untuk lebih jelasnya, pelajarilah contoh berikut.





Contoh 3. 
Berikut ini adalah tabel berat badan seorang bayi yang dipantau
sejak lahir sampai berusia 9 bulan.
Tabel 4.11 Tabel Berat Badan Seorang Bayi






a. Buatlah diagram garisnya.
b. Pada usia berapa bulan berat badannya menurun?

c. Pada usia berapa bulan berat badannya tetap?

Penyelesaian:
a. Dengan melakukan langkah-langkah yang telah dijelaskan 
sebelumnya, diagram garis dari data pada Tabel 4.11 tampak
seperti pada gambar di samping.
b. Berdasarkan diagram tersebut, dapat dilihat bahwa berat badan bayi menurun pada usia 8 sampai dengan 9 bulan.
c. Berat badan bayi yang tetap (tidak berubah) ditunjukkan oleh ruas garis mendatar. Terlihat bahwa berat badan bayi tetap pada usia 5 sampai dengan 6 bulan.

3) Diagram Lingkaran
Langkah-langkah membuat diagram lingkaran adalah sebagai berikut.
a. Buatlah sebuah lingkaran pada kertas.
b. Bagilah lingkaran tersebut menjadi beberapa juring lingkaran untuk menggambarkan kategori yang datanya telah diubah ke dalam derajat. 
Untuk lebih jelasnya, pelajarilah contoh berikut.

Contoh 4.
Gambarlah diagram lingkaran dari data yang terdapat pada Contoh 4.5.

Penyelesaian:
Perbandingan banyak siswa SD, SMP, SMA, dan SMK adalah
10.000 : 7.500 : 5.000 : 2.500 = 4 : 3 : 2 : 1.
Jumlah perbandingan = 4 + 3 + 2 + 1 = 10.
Ukuran sudut pusat juring dari setiap kategori adalah sebagai berikut.
Dengan menggunakan ukuran sudut pusat yang diperoleh, diagram lingkaran yang dihasil kan tampak pada Gambar 4.12.

Gambar 4.12













Materi.


Download file pdf
DOWNLOAD

Download LKS (Lembar Kerja Siswa) Pengumpulan dan Penyajian Data
DOWNLOAD

Upload Jawaban Tugas LKS disini
UPLOAD TUGAS 

Sumber:
Djumanta, Wahyudin dan Susanti, Dwi. 2008.Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan, Jakarta:Pusat Perbukuan.